PROPOSAL JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus) Bag.2

Profil dan Struktur Kepengurusan

Struktur kepengurusan dibuat sesederhana mungkin sehingga selama tahap industri rumah tangga, tiap pengurus memegang jabatan rangkap. Susunan kepengurusannya adalah sebagai berikut :

  • Satu orang Manajer Utama merangkap Manager Pemasaran bertugas mengelola perusahaan secara umum. Sebagai seorang Manager Pemasaran, ia pun bertugas membuka pasar, melakukan negosiasi bisnis dan memastikan produk dipasarkan dengan baik dan sampai ke konsumen tanpa masalah.
  • Satu orang Manajer Operasional Harian merangkap Manager Produksi. Direktur Operasional dan Manajer Produksi bertanggung jawab terhadap kelancaran produksi secara keseluruhan, melakukan pengembangan bibit, memastikan produk berada dalam kondisi baik.
  • Satu orang Manajer Keuangan. Manajer Keuangan bertugas melakukan analisis keuangan dan memiliki pertanggungjawaban penuh pada pengaturan arus pengembalian modal dan pembagian keuntungan pada investor. Bersama dengan manajer lainnya juga berkoordinasi dalam melakukan pengembangan dan ekspansi skala produksi secara bertahap.

Divisi produksi akan diorientasikan sebagai divisi padat karya, sehingga mampu menyerap banyak tenaga kerja. Tenaga kerja terlatih akan direkrut dari lulusan yang cakap dan ulet, dan tenaga pemasaran akan ditambah sesuai dengan kapasitas produksi berjalan.

ANALISIS KEUANGAN

 

Analisis usaha tani Jamur Tiram sebanyak 15.000 baglog (kantong media) dengan waktu 6 bulan  adalah sebagai berikut :

  1. 1.      Modal Tetap (Pengadaan alat dan bangunan dengan masa pakai 3 tahun)

Uraian

Luas/Jumlah

Harga Satuan (Rp))

Jumlah Harga

(Rp)

Gubug 10m x 10m, tinggi 3m

100 m2

210.000

21.000.000

Rak bambu 4 tingkat

5 bh.

300.000

1.500.000

Kotak pembibitan (Inkas)

1 set

250.000

250.000

Kompor mawar/burner

4 set

125.000

500.000

Drum pengukus

4 set

50.000

200.000

Cincin pralon

10.000 bh.

100

1.000.000

Peralatan lain : Ember

420.000

Sekop, keranjang dll.
Jumlah

 

 

            24.870.000 

2. Bahan baku

Uraian

Volume

Harga Satuan

(Rp)

Jumlah Harga

(Rp)

Serbuk gergaji

3 ton

40.000

120.000

Dedak halus

600 kg

2.000

1.200.000

Gips

15 kg

5.000

75.000

Kapur

60 kg

600

36.000

Pupuk

7,5 kg

1200

9.000

Kantong plastic pvc 18 x 30 cm

75 kg

10.000

750.000

Minyak tanah

500 ltr

1.500

750.000

Limbah kapas

10 kg

3.000

30.000

Bibit jamur

400 btl

5.000

2.000.000

Jumlah

 

4.970.000

 

 

3.Tenaga Kerja
Uraian Volume Harga Satuan Jumlah Harga
(Rp) (Rp)
Pembuatan media dalam kantong 60 HOK

7.500

450.000

Penularan bibit 30 HOK

10.000

300.000

Pemeliharaan dan pemanenan 90 HOK

7.500

675.000

Jumlah  

1.425.000

 

4.Utilitas (Listrik,Transportasi, Air)

Jumlah

250.000

TOTAL BIAYA

31.515.000

  1. 1.      PENERIMAAN
Produksi jamur segar 200 g per kantong

6000 kg

5.000

30.000.000

Penerimaan bersih selama 6 bulan

30.000.000

 

  1. 2.      BIAYA PENYUSUTAN

Nilai ekonomis peralatan                     : 2 tahun

Rp.  24.870.000 : 4                                          =  Rp. 6.217.500

  1. 3.      MODAL KERJA (Biaya operasional)

a. Bahan baku untuk 15000 log

b. Gaji pegawai

Jumlah total per musim        = Rp. 6.395.000

c. Utilitas

  1. 4.      TOTAL MODAL                             = Modal tetap  + Modal kerja + Utilitas

= Rp. 24.870.000 + Rp. 6.395.000 + Rp. 250.000

= Rp. 31.515.000

 

  1. 5.      PENDAPATAN KOTOR

Produksi jamur (kegagalan 20%)                    =  8000 log x 0,5 kg= 6000 kg

6000 kg @ 5000                                             = Rp. 30.000.000

  1. 6.      Biaya Produksi          = Biaya penyusutan + modal kerja +Utilitas

= Rp. 6.217.500 + 6.395.000 + 250.000

= Rp. 12.862.500

  1. 7.      Pendapatan bersih (Net Profit)        =  pendapatan kotor – biaya produksi

=  Rp. 30.000.000 – Rp. 12.862.500

Rp. 17.137.500

  1. 8.      Break Event Point

BEP Produksi                                     = Total biaya produksi / harga satuan

= 12.862.500/ 5000

= 2572,5 kg

Artinya budidaya jamur tiram tidak mendapat untung dan juga tidak mengalami kerugian bila jumlah produksi sebesar 2572,5 kg

BEP Harga                                        = Total biaya produksi / jumlah produksi

= 12.862.500/ 6000

= Rp. 2143,75

Artinya usaha ini tidak mendapatkan untung dan juga tidak mengalami kerugian bila harga jual Rp. 2143,75 per kilo

  1. 9.      Benefit Cost Ratio

BC Ratio                                             = Rp. 17.137.500/ Rp. 31.515.000

= 0,54

Artinya pendapatan bersih yang diperoleh dalam usaha pembibitan bibit jamur adalah 0,54 di atas total biaya.

  1. 10.  Masa Pengembalian Modal

Masa pengembalian modal                  = (Rp. 17.137.500 + Rp. 6.217.500) / 31.515.000 x

                                                               100% = 74,11%

PENUTUP

Demikian proposal pengembangan usaha jamur tiram ini penulis susun. Dari hasil analisis penulis mengenai peluang pemasaran, operasional, dan keuangan, penulis optimis bahwa budidaya jamur tiram ini layak dan berpotensi tinggi untuk dikembangkan.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s