PROPOSAL JAMUR TIRAM (Pleurotus ostreatus) Bag.1

Assalamu’alaikum,

Teman-teman berikut ini saya lampirkan contoh proposal bisnis budidaya jamur tiram. Saya sadar masih banyak kekurangan dalam penulisan proposal ini. Saran dan kritik yang membangun sangat saya harapkan.

Trims,

Esa Hari Wibowo

PENDAHULUAN

     Sayur adalah komoditas yang selalu dibutuhkan masyarakat. Betapa tidak, setiap hari sayuran selalu dikonsumsi. Bahkan, sudah dapat dipastikan kebutuhan atau permintaan sayuran akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Atas dasar itulah, bisnis sayuran pasti berpeluang untuk diusahakan. Salah satu yang komoditas sayuran adalah jamur.

     Dari sekian banyak jamur, jamur tiram (Pleurotus ostreatus) termasuk dalam kategori jamur yang sering dikonsumsi. Oleh karena itu, banyak petani yang membudidayakannya. Hingga saat ini, jamur tiram lebih banyak diproduksi di Jawa Barat. Jawa barat memproduksi 10 ton jamur tiram setiap harinya dan mayoritas dipasarkan dalam bentuk segar dengan tujuan pemasarannya kota-kota besar (Chazali, S dan P. S. Pratiwi, 2009).

Pemilihan bentuk usaha budidaya jamur tiram ini dilatarbelakangi oleh :

  1. Budidaya jamur tiram memiliki prospek ekonomi yang baik. Pasar jamur tiram yang telah jelas serta permintaan pasar yang selalu tinggi memudahkan para pembudidaya memasarkan hasil produksi jamur tiram.
  2. Jamur tiram merupakan salah satu produk komersial dan dapat dikembangkan dengan teknik yang sederhana. Bahan baku yang dibutuhkan tergolong bahan yang murah dan mudah diperoleh seperti serbuk gergaji, dedak dan kapur, sementara proses budidaya sendiri tidak membutuhkan berbagai pestisida atau bahan kimia lainnya.
  3. Membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar pertanian jamur tiram.

 Tingginya permintaan akan jamur tidak diiringi dengan jumlah produksi jamur yang mencukupi. Produksi jamur Indonesia hanya mampu memenuhi 50% kebutuhan pasar dalam  negeri dan belum termasuk permintaan pasar luar negeri, seperti Singapura, Jepang, Korea Selatan, China, Amerika Serikat, dan Uni Eropa (Martawijaya, E. I. Dan M. Y. Nurjayadi, 2010). Tingginya permintaan dalam negeri dan pasar ekspor membuka peluang bisnis jamur sehingga peluang untuk membudidayakannya sangat terbuka bagi siapa saja yang ingin menggelutinya.

TINJAUAN PUSTAKA

       Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu jamur kayu yang sangat baik untuk dikonsumsi manusia. Selain karena memiliki cita rasa yang khas, jamur tiram juga memiliki nilai gizi yang tinggi. Jamur tiram mengandung protein sebanyak 19 – 35 % dari berat kering jamur, dan karbohidrat sebanyak 46,6 – 81,8 %. Selain itu jamur tiram mengandung  tiamin atau vit. B1, riboflavin atau vit. B2, niasin, biotin serta beberapa garam mineral dari unsur-unsur Ca, P, Fe, Na, dan K dalam komposisi yang seimbang. Bila dibandingkan dengan daging ayam yang kandungan proteinnya 18,2 gram, lemaknya 25,0 gram, namun karbohidratnya 0,0 gram, maka kandungan gizi jamur masih lebih lengkap sehingga tidak salah apabila dikatakan jamur merupakan bahan pangan masa depan.

Jamur tiram juga bermanfaat dalam pengobatan, seperti :

  1. Dapat menurunkan tingkat kolesterol dalam darah.
  2. Memiliki kandungan serat mulai 7,4 % sampai 24,6% yang sangat baik bagi pencernaan.
  3. Antitumor, antioksidan, dan sebagainya.

Budidaya jamur tiram memiliki prospek ekonomi yang  baik. Jamur tiram merupakan salah satu produk komersial dan dapat dikembangkan dengan teknik yang sederhana. Selain itu, konsumsi masyarakat akan jamur tiram cukup tinggi, sehingga produksi jamur tiram mutlak diperlukan dalam skala besar.

Jamur tiram tumbuh pada serbuk kayu, khususnya yang memiliki serat lunak seperti jenis kayu albasiah. Suhu optimum untuk pertumbuhan tubuh buah jamur tiram adalah 20 – 28°C, dengan kelembaban 80 – 90 %. Pertumbuhan jamur tiram membutuhkan cahaya matahari tidak langsung, aliran udara yang baik, dan tempat yang bersih.

ANALISIS PASAR

Deskripsi produk

Produk jamur tiram yang dihasilkan berupa :

  1. Jamur Tiram segar
  2. Produk turunan Jamur Tiram seperti kripik jamur, jamur goreng tepung, jamur siap masak dalam kemasan plastik, dan sebagainya.

Prospek Pasar

Budidaya jamur tiram di Bogor telah memiliki pasar yang jelas, yakni pasar Induk Kemang. Hampir semua petani jamur tiram memiliki hubungan dengan pedagang yang siap menerima hasil produksi jamur tiram dari petani dengan harga yang cukup tinggi bila dibandingkan dengan tanaman sayuran lainnya. Pasar jamur tiram saat ini telah meluas di sekitar Jawa Barat, DKI Jakarta dan Banten sehingga diperlukan produksi jamur tiram dalam skala besar.

Selain itu, masyarakat semakin sadar pentingnya mengkonsumsi jamur untuk tujuan kesehatan. Jamur saat ini dikonsumsi sebagai pengganti daging selain dari beralihnya pola makan masyarakat kepada bahan pangan organik.

Target Pasar

Pada tahun-tahun awal, pemasaran produk  difokuskan pada pasar domestik, pasar tradisional, dan pedagang warung-warung sayur.

Produk jamur segar yang dihasilkan akan dipasarkan ke / melalui :

  1. Agen baik dalam skala besar maupun kecil, yang selanjutnya akan dikirim ke berbagai wilayah di Jakarta, Tangerang, Bogor dan sebagainya.
  2. Pasar tradisional sekitar tempat produksi. Sebagai gambaran, permintaan pasar induk seperti pasar Caringin atas produk jamur tiram ini sangat tinggi sehingga untuk skala produksi yang direncanakan dalam proposal ini pemasarannya sudah cukup melalui pasar induk.
  3. Pasar swalayan, restoran, dan hotel. Pemasaran direncanakan akan dilaksanakan melalui sektor tersebut apabila produksi telah stabil serta sarana dan prasarana telah memadai.

ANALISIS OPERASIONAL

Lokasi Produksi

Lokasi usaha terletak di  Jonggol, Kabupaten Bogor.

Kapasitas Produksi

Diperkirakan dalam tahap awal memproduksi sekitar 15.000 baglog. Produksi dilakukan 4 kali dalam seminggu, satu minggu dihasilkan rata-rata 5000 baglog produksi.

Profil dan Struktur Kepengurusan

Struktur kepengurusan dibuat sesederhana mungkin sehingga selama tahap industri rumah tangga, tiap pengurus memegang jabatan rangkap. Susunan kepengurusannya adalah sebagai berikut :

  • Satu orang Manajer Utama merangkap Manager Pemasaran bertugas mengelola perusahaan secara umum. Sebagai seorang Manager Pemasaran, ia pun bertugas membuka pasar, melakukan negosiasi bisnis dan memastikan produk dipasarkan dengan baik dan sampai ke konsumen tanpa masalah.
  • Satu orang Manajer Operasional Harian merangkap Manager Produksi. Direktur Operasional dan Manajer Produksi bertanggung jawab terhadap kelancaran produksi secara keseluruhan, melakukan pengembangan bibit, memastikan produk berada dalam kondisi baik.
  • Satu orang Manajer Keuangan. Manajer Keuangan bertugas melakukan analisis keuangan dan memiliki pertanggungjawaban penuh pada pengaturan arus pengembalian modal dan pembagian keuntungan pada investor. Bersama dengan manajer lainnya juga berkoordinasi dalam melakukan pengembangan dan ekspansi skala produksi secara bertahap.

Divisi produksi akan diorientasikan sebagai divisi padat karya, sehingga mampu menyerap banyak tenaga kerja. Tenaga kerja terlatih akan direkrut dari lulusan yang cakap dan ulet, dan tenaga pemasaran akan ditambah sesuai dengan kapasitas produksi berjalan.

                                                

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s